stat

03 Juni 2011

NUN SMP 2011 kota Malang jeblok

SURABAYA – Prestasi pendidikan tingkat SMP di Malang Raya tahun 2011 ini, boleh dibilang tak cukup menggembirakan. Meski tingkat kelulusan cukup tinggi, tetapi Nilai Ujian Nasional (NUN) tidak satupun siswa SMP se Malang Raya mampu menjadi duta diperingkat regional.

Sebaliknya, tiga kabupaten/kota di Malang Raya terpuruk diperingkat ‘degradasi’. Kota Malang sebagai ikon kota pendidikan hanya bertengger diperingkat 37 atau setingkat lebih tinggi dibanding Kota Wisata Batu yang menduduki posisi ‘juru kunci’ atau di peringkat 38. Sedang, Kabupaten Malang dengan peserta UN SMP terbanyak se Malang Raya menduduki peringkat 34.
‘’Hasil UN tahun ini murni prestasi para siswa. Bukan karena nilai katrolan ujian di sekolahnya. Karena itu, pergeseran-pergeseran posisi dan siswa lulusan terbaik berjalan sesuai kondisi nilai sebenarnya,’’ tandas Dr. Harun MSi MM, Kepala Pendidikan Provinsi Jatim kepada Malang Post di kantornya, Kamis sore.
Secara panjang lebar, Harun kemudian menyebutkan komposisi peringkat prestasi UN SMP/MTs bauik negeri atau pun swasta di Malang Raya.
Sebagai pembanding kemudian Harun menyebut prestasi peringkat 10 besar SMP/Mts se Jatim, yang urutan pertamanya dimiliki Kabupaten Lamongan nilai NUN sebesar 33,57.
Kabupaten Malang, pada UN SMP/MTs 2010-2011 menyertakan sedikitnya 32.578 siswa dan yang tidak lulus sebanyak 98 siswa atau 0,30 persen. Kota wisata Batu dari 2.787 peserta UN yang tidak lulus sebanyak 22 siswa atau 0,79 persen. Terakhir Kota Malang dengan peserta 12.580 siswa yang tidak lulus tercatat 141 siswa atau 1,12 persen.
Jika digabungkan dari 47.945 peserta UN SMP/MTs se Malang Raya yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 261 orang. Jumlah ini sekaligus ebagai penyumbang siswa tidak lulus se Jatim yang mencapai 1.154 siswa dari peserta UN sebanyak 540.608 siswa. Sedang presentase ketidaklulusan se Jatim hanya 0,21 persen dan masuk peringkat NUN tertinggi ke tiga di Indonesia.
Dari data yang dimiliki Malang Post menunjukkan, total rata-rata NUN tertinggi ditempati Kabupaten Malang dengan 29,70 atau rata-rata 7,425 poin. Disusul Kota Malang total rata-rata NUN 29,04 atau rata-rata 7,26 poin. Dan terakhir Kota Batu total NUN 28,34 atau rata-rata hanya 7,085 poin.
‘’Dan tahun ini, dari Malang Raya tidak satu pun siswanya yang maju di peringkat regional Jatim. Diraih Anas Jatikusuma asal Tuban dengan NUN 39,10, kedua Dwi Oktaviana dari Jombang NUN 38,60 dan tiga Fernadi Sutandyo dari Petra 3 Surabaya dengan NUN 38,40,’’ ujar Harun.
Sedang posisi nilai rata-rata tertinggi tiap mata pelajaran Kabupaten Malang Bahasa Indonesia 7,68, Bahasa Inggris 7,43, Matematika 7,11 dan IPA 7,48. Kota Batu Bahasa Indonesia 7,68, Bahasa Inggris 7,03, Matematika 6,51 dan IPA 7,12. Kemudian Kota Malang Bahasa Indonesia 7,7, Bahasa Inggris 727, Matematika 6,84 dan IPA 7,23.
Ditambahkan Harun, sebanyak dua sekolah di Jatim yaitu SMP PGRI Kedewan Bojonegoro dari 9 orang siswa, semuanya tidak lulus. Begitu juga SMP Terbuka Sumenep dari 8 siswa, semuanya juga tidak lulus. ‘’Ke depan sekolah seperti ini pasti akan kita gabungkan. Karena sangat tidak efektif sama sekali,’’ pungkas Harun. (has/avi)
sumber : http://www.malang-post.com

0 komentar: