09 Juli 2010
23 Juni 2010
Pengumuman PSB SMP Malang 2010
Selamat bagi adik adik yang diterima lewat jalur PSB online Kota Malang
BERIKUT HASIL AKHIR PSB ONLINE TINGKAT SMP KOTA MALANG TAHUN 2010
HASIL LENGKAP KLIK DISINI
BERIKUT HASIL AKHIR PSB ONLINE TINGKAT SMP KOTA MALANG TAHUN 2010
HASIL LENGKAP KLIK DISINI
13 Juni 2010
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2010
Sejak dibuka secara resmi kejuaraan sepakbola dunia 2010 di Afrika Selatan pada hari jumat 11 juni 2010.....Maka tiada hari tanpa NONTON BOLA. Rasanya butuh stamina khusus deh untuk ngikuti bola, apalagi live nya waktu orang pada tidur, tapi tidak apalah 4 tahun sekali.
Yang pingin punya jadwal bisa KLIK DISINI
Untuk yang pingin tahu perempat final, semi final dan FINAL KLIK DISINI
06 Juni 2010
PSB Online Malang 2010

1. Bagi siswa yang berasal dari luar daerah harus melakukan pendataan / registrasi pada tanggal 21, 22 dan 23 Juli 2010, di SMP yang terdekat, pada jam kerja 08.00-14.00 WIB, untuk mendapatkan NOMOR REGISTRASI, registrasi bukanlah pendaftaran, jadi calon siswa tetap melakukan pendaftaran ONLINE pada jadwal yang telah ditentukan.
2. Telah lulus SD, SDLB atau MI, memiliki Ijazah dan Daftar Nilai UASBN untuk lulusan Tahun Pelajaran 2009/2010 dan Tahun Pelajaran 2008/2009
3. Berusia setinggi-tingginya 18 tahun pada awal tahun pelajaran baru pada tanggal 12 Juli 2010
4. Calon Peserta Didik yang telah diterima melalui Penerimaan Peserta Didik Baru Jalur Mandiri tidak dapat mendaftarkan lagi melalui Penerimaan Peserta Didik Baru Jalur Online, kecuali yang bersangkutan telah mengundurkan diri.
5. Pelaksanaan pendaftaran ONLINE pada tanggal 24, 25 dan 26 Juni 2010
6. Pengumuman tanggal 28 Juni 2010
7. Daftar ulang pada tanggal 29 juni-1 Juli 2010
8. Awal masuk sekolah tanggal 12 Juli 2010.
C. Syarat Pendaftaran
a. Foto copy ijazah yang telah dilegalisir.
b. Foto copy SKHUN / SKHUASBN yang telah dilegalisir.
c. Formulir pendaftaran yang telah diisi.
Tempat pendataan adalah semua SMPN1 s/d SMPN 24 yang ada di kota Malang, jadi tempat pendataan tidak harus dilakukan pada SMP yang menjadi pilihan siswa.
Berikut hasil penerimaan tahun lalu SMP
SMP Negeri 1 Malang Rendah 27,90 Tinggi 29,15
SMP Negeri 2 Malang Rendah26,05 Tinggi 28,90
SMP Negeri 3 Malang Rendah27,95 Tinggi 29,80
SMP Negeri 4 Malang Rendah26,40Tinggi 28,50
SMP Negeri 5 Malang Rendah27,75 Tinggi 29,20
SMP Negeri 6 Malang Rendah26,80 Tinggi 28,70
SMP Negeri 7 Malang Rendah23,30 Tinggi 28,30
SMP Negeri 8 Malang Rendah27,30 Tinggi 28,80
SMP Negeri 9 Malang Rendah25,70 Tinggi 27,90
SMP Negeri 10 Malang Rendah24,10 Tinggi 27,05
SMP Negeri 11 Malang Rendah24,65 Tinggi 28,35
SMP Negeri 12 Malang Rendah24,10 Tinggi 27,05
SMP Negeri 13 Malang Rendah25,05 Tinggi 28,40
SMP Negeri 14 Malang Rendah24,25 Tinggi 28,90
SMP Negeri 15 Malang Rendah23,25 Tinggi 26,75
SMP Negeri 16 Malang Rendah24,90 Tinggi 28,55
SMP Negeri 17 Malang Rendah22,25Tinggi 27,95
SMP Negeri 18 Malang Rendah25,40 Tinggi 28,05
SMP Negeri 19 Malang Rendah24,40 Tinggi 27,75
SMP Negeri 20 Malang Rendah26,30 Tinggi 28,25
SMP Negeri 21 Malang Rendah26,80 Tinggi 28,95
SMP Negeri 22 Malang Rendah21,95 Tinggi 26,55
SMP Negeri 23 Malang Rendah22,60 Tinggi 26,10
SMP Negeri 24 Malang Rendah23,75 Tinggi 27,80
Daya Tampung sementara KLIK DISINI
07 Mei 2010
01 Mei 2010
Sambutan Mendiknas pada Peringatan Hardiknas 2010
SAMBUTAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
PADA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2010
MINGGU, 2 MEI 2010
ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Alhamdulillah, di pagi hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam upacara
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tahun 2010.
Tahun dimana awal
kita memasuki dan menjalankan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional
2010-2014, yang bertumpu pada terselenggarannya layanan prima pendidikan
nasional untuk membentuk insan Indonesia cerdas komprehensif, melalui lima misi
meliputi: ketersediaan; keterjangkauan; kualitas atau mutu dan relevansi;
kesetaraan; dan kepastian, dalam memperoleh layanan pendidikan.
HADIRIN PESERTA UPACARA YANG TERHORMAT,
Tanggal 2 Mei merupakan hari yang mempunyai makna bagi seluruh
pemangku kepentingan pendidikan, utamanya para pendidik dan tenaga
kependidikan, serta peserta didik dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan
pendidikan tinggi baik jalur pendidikan formal, non formal maupun informal.
HARDIKNAS diperingati antara lain untuk mengenang jasa Bapak Pendidikan
Indonesia Ki Hadjar Dewantara dan seluruh pejuang pendidikan yang patut kita
kenang dan hargai.
Ada tiga makna penting tiap kali kita memperingati hari-hari besar Nasional,
seperti halnya HARDIKNAS hari ini.
Makna pertama, berkait dengan momentum untuk merenungkan dan
merefleksikan diri terhadap perjalanan dan langkah panjang yang telah dilalui. Ini
berkait dengan cita-cita awal lahirnya HARDIKNAS, sebuah cita-cita yang saat itu
dicirikan dengan semangat kepahlawanan, semangat kesediaan diri untuk
memberikan lebih dari kewajibannya, dan untuk menerima kurang dari hak-haknya,
disertai dengan keyakinan bahwa pemberian yang lebih dan penerimaan yang
kurang itu dijadikan sebagai investasi kemasyarakatan, yang insya Allah pada
saatnya akan diperoleh kemanfaatan lebih. Semangat itu dalam konteks kekinian
saat ini, kiranya masih relevan untuk selalu dikumandangkan, terutama dalam
kondisi bangsa seperti saat ini.
Makna kedua, upaya didalam mengintropeksi diri dari apa yang sedang kita
lakukan didalam menjalankan berbagai program pendidikan saat ini untuk menatap
masa depan yang lebih baik, dalam menjamin pelayanan pendidikan secara non-
discriminative kepada semua anak usia sekolah Indonesia di manapun mereka
tinggal, sehingga sebuah cita-cita luhur saat digagasnya peringatan HARDIKNAS,
bisa terus terjaga.
Makna ketiga, bagaimana kita memprespektifkan apa yang telah dan sedang
dilakukan untuk masa depan yang lebih baik, sebagaimana dicantumkan dalam
konstitusi kita serta diamanatkan pula dalam sistem perundangan, dalam upaya
mencerdaskan bangsa secara utuh.
Pada titik ini, maka HARDIKNAS bukan hanya diperingati untuk kegiatan
seremonial belaka, tapi justru untuk lebih memompa semangat. Peringatan
HARDIKNAS harus terus menerus dikumandangkan dan dilakukan rekontekstualitas
sesuai dengan masanya, karena itulah tidak berlebihan jika momentum HARDIKNAS
kali ini juga harus bisa memberikan makna lebih, tidak hanya sebatas pada
memperingatinya secara seremonial.
HADIRIN YANG BERBAHAGIA,
Saya ingin mengajak agar peringatan HARDIKNAS kali ini, dapat
membangkitkan rasa optimisme, percaya diri dan tentu sambil terus berusaha,
karena melalui modal optimisme, percaya diri dan berusaha itulah, sesungguhnya
cikal bakal bangsa ini dibangun. Itulah pilihan tema HARDIKNAS tahun ini diambil:
“Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa.”
Pemilihan tema ini menjadi tepat dengan perkembangan dan perubahan
aspirasi masyarakat yang sangat dinamis. Tentu bukan hanya itu, tema ini juga
merupakan bagian dari apa yang jauh hari telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan
Nasional Ki Hadjar Dewantara, yang hari kelahirannya kita peringati sebagai
HARDIKNAS.
Pendidikan, kata Ki Hadjar Dewantara, merupakan daya upaya untuk
memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran
(intellect), dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat
memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita.
HADIRIN PESERTA UPACARA YANG TERHORMAT,
Kesempurnaan hidup anak-anak kita menjadi kata kuncinya, menjadikan
anak-anak kita untuk jujur. Itu sebabnya dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN)
kita kampanyekan UN Jujur dan Berprestasi. Hasilnya? Memang kita harus terus
menyempurnakan.
Kita tidak akan tahu kekurangan-kekurangan jika tidak dilakukan evaluasi
atau ujian dengan standar nasional sebagai alat untuk memetakan kondisi riil atau
sebenarnya. Dari hasil pemetaan inilah selanjutnya akan diambil dan diputuskan
jenis intervensi kebijakan didalam memperbaiki kualitas anak-anak kita, kualitas
dunia pendidikan kita.
HADIRIN YANG BERBAHAGIA,
Dunia pendidikan diharapkan sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi
pembangunan karakter, sehingga anggota masyakat mempunyai kesadaran
kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis dengan tetap
memperhatikan sendi-sendi Negara Kesatuan Indonesia Republik Indonesia (NKRI)
dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama.
Pembangunan karakter dan pendidikan karakter menjadi suatu keharusan,
karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik menjadi cerdas juga
mempunyai budi pekerti dan sopan santun, sehingga keberadaannya sebagai
anggota masyarakat menjadi bermakna baik bagi dirinya maupun masyarakat pada
umumnya.
Saya ingin menyampaikan apa yang pernah Bapak Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono sampaikan tentang pentingnya pendidikan karakter. Beliau menyatakan,
bahwa, pembangunan watak (character building) adalah amat penting. kita ingin
membangun manusia Indonesia yang berakhlak, berbudi pekerti, dan berperilaku
baik. Bangsa kita ingin pula memiliki peradaban yang unggul dan mulia. Peradaban
demikian dapat kita capai apabila masyarakat kita juga merupakan masyarakat yang
baik (good society). Dan, masyarakat idaman seperti ini dapat kita wujudkan
manakala manusia-manusia Indonesia adalah manusia yang berakhlak dan berwatak
baik, manusia yang bermoral dan beretika baik, serta manusia yang bertutur dan
berperilaku baik pula.
Itulah sebabnya, kita sungguh menggarisbawahi pentingnya pendidikan dan
pembangunan karakter bangsa dalam arti luas. Bangsa yang berkarakter unggul, di
samping tercermin dari moral, etika dan budi pekerti yang baik, juga ditandai
dengan semangat, tekad dan energi yang kuat, dengan pikiran yang positif dan
sikap yang optimis, serta dengan rasa persaudaraan, persatuan dan kebersamaan
yang tinggi. Inilah, kata Presiden, totalitas dari karakter bangsa yang kuat dan
unggul, yang pada kelanjutannya bisa meningkatkan kemandirian dan daya saing
bangsa, menuju Indonesia yang maju, bermartabat dan sejahtera di Abad 21 ini.
HADIRIN YANG BERBAHAGIA,
Akhirnya kami mengucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional
kepada semua pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik, serta penggiat
pendidikan di seluruh tanah air. Semoga apa yang kita kerjakan dan perbuat selama
ini di bidang pendidikan menjadi amal kebajikan kita di dunia.
WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
MOHAMMAD NUH
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
PADA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2010
MINGGU, 2 MEI 2010
ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Alhamdulillah, di pagi hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam upacara
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tahun 2010.
Tahun dimana awal
kita memasuki dan menjalankan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional
2010-2014, yang bertumpu pada terselenggarannya layanan prima pendidikan
nasional untuk membentuk insan Indonesia cerdas komprehensif, melalui lima misi
meliputi: ketersediaan; keterjangkauan; kualitas atau mutu dan relevansi;
kesetaraan; dan kepastian, dalam memperoleh layanan pendidikan.
HADIRIN PESERTA UPACARA YANG TERHORMAT,
Tanggal 2 Mei merupakan hari yang mempunyai makna bagi seluruh
pemangku kepentingan pendidikan, utamanya para pendidik dan tenaga
kependidikan, serta peserta didik dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan
pendidikan tinggi baik jalur pendidikan formal, non formal maupun informal.
HARDIKNAS diperingati antara lain untuk mengenang jasa Bapak Pendidikan
Indonesia Ki Hadjar Dewantara dan seluruh pejuang pendidikan yang patut kita
kenang dan hargai.
Ada tiga makna penting tiap kali kita memperingati hari-hari besar Nasional,
seperti halnya HARDIKNAS hari ini.
Makna pertama, berkait dengan momentum untuk merenungkan dan
merefleksikan diri terhadap perjalanan dan langkah panjang yang telah dilalui. Ini
berkait dengan cita-cita awal lahirnya HARDIKNAS, sebuah cita-cita yang saat itu
dicirikan dengan semangat kepahlawanan, semangat kesediaan diri untuk
memberikan lebih dari kewajibannya, dan untuk menerima kurang dari hak-haknya,
disertai dengan keyakinan bahwa pemberian yang lebih dan penerimaan yang
kurang itu dijadikan sebagai investasi kemasyarakatan, yang insya Allah pada
saatnya akan diperoleh kemanfaatan lebih. Semangat itu dalam konteks kekinian
saat ini, kiranya masih relevan untuk selalu dikumandangkan, terutama dalam
kondisi bangsa seperti saat ini.
Makna kedua, upaya didalam mengintropeksi diri dari apa yang sedang kita
lakukan didalam menjalankan berbagai program pendidikan saat ini untuk menatap
masa depan yang lebih baik, dalam menjamin pelayanan pendidikan secara non-
discriminative kepada semua anak usia sekolah Indonesia di manapun mereka
tinggal, sehingga sebuah cita-cita luhur saat digagasnya peringatan HARDIKNAS,
bisa terus terjaga.
Makna ketiga, bagaimana kita memprespektifkan apa yang telah dan sedang
dilakukan untuk masa depan yang lebih baik, sebagaimana dicantumkan dalam
konstitusi kita serta diamanatkan pula dalam sistem perundangan, dalam upaya
mencerdaskan bangsa secara utuh.
Pada titik ini, maka HARDIKNAS bukan hanya diperingati untuk kegiatan
seremonial belaka, tapi justru untuk lebih memompa semangat. Peringatan
HARDIKNAS harus terus menerus dikumandangkan dan dilakukan rekontekstualitas
sesuai dengan masanya, karena itulah tidak berlebihan jika momentum HARDIKNAS
kali ini juga harus bisa memberikan makna lebih, tidak hanya sebatas pada
memperingatinya secara seremonial.
HADIRIN YANG BERBAHAGIA,
Saya ingin mengajak agar peringatan HARDIKNAS kali ini, dapat
membangkitkan rasa optimisme, percaya diri dan tentu sambil terus berusaha,
karena melalui modal optimisme, percaya diri dan berusaha itulah, sesungguhnya
cikal bakal bangsa ini dibangun. Itulah pilihan tema HARDIKNAS tahun ini diambil:
“Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa.”
Pemilihan tema ini menjadi tepat dengan perkembangan dan perubahan
aspirasi masyarakat yang sangat dinamis. Tentu bukan hanya itu, tema ini juga
merupakan bagian dari apa yang jauh hari telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan
Nasional Ki Hadjar Dewantara, yang hari kelahirannya kita peringati sebagai
HARDIKNAS.
Pendidikan, kata Ki Hadjar Dewantara, merupakan daya upaya untuk
memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran
(intellect), dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat
memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita.
HADIRIN PESERTA UPACARA YANG TERHORMAT,
Kesempurnaan hidup anak-anak kita menjadi kata kuncinya, menjadikan
anak-anak kita untuk jujur. Itu sebabnya dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN)
kita kampanyekan UN Jujur dan Berprestasi. Hasilnya? Memang kita harus terus
menyempurnakan.
Kita tidak akan tahu kekurangan-kekurangan jika tidak dilakukan evaluasi
atau ujian dengan standar nasional sebagai alat untuk memetakan kondisi riil atau
sebenarnya. Dari hasil pemetaan inilah selanjutnya akan diambil dan diputuskan
jenis intervensi kebijakan didalam memperbaiki kualitas anak-anak kita, kualitas
dunia pendidikan kita.
HADIRIN YANG BERBAHAGIA,
Dunia pendidikan diharapkan sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi
pembangunan karakter, sehingga anggota masyakat mempunyai kesadaran
kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis dengan tetap
memperhatikan sendi-sendi Negara Kesatuan Indonesia Republik Indonesia (NKRI)
dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama.
Pembangunan karakter dan pendidikan karakter menjadi suatu keharusan,
karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik menjadi cerdas juga
mempunyai budi pekerti dan sopan santun, sehingga keberadaannya sebagai
anggota masyarakat menjadi bermakna baik bagi dirinya maupun masyarakat pada
umumnya.
Saya ingin menyampaikan apa yang pernah Bapak Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono sampaikan tentang pentingnya pendidikan karakter. Beliau menyatakan,
bahwa, pembangunan watak (character building) adalah amat penting. kita ingin
membangun manusia Indonesia yang berakhlak, berbudi pekerti, dan berperilaku
baik. Bangsa kita ingin pula memiliki peradaban yang unggul dan mulia. Peradaban
demikian dapat kita capai apabila masyarakat kita juga merupakan masyarakat yang
baik (good society). Dan, masyarakat idaman seperti ini dapat kita wujudkan
manakala manusia-manusia Indonesia adalah manusia yang berakhlak dan berwatak
baik, manusia yang bermoral dan beretika baik, serta manusia yang bertutur dan
berperilaku baik pula.
Itulah sebabnya, kita sungguh menggarisbawahi pentingnya pendidikan dan
pembangunan karakter bangsa dalam arti luas. Bangsa yang berkarakter unggul, di
samping tercermin dari moral, etika dan budi pekerti yang baik, juga ditandai
dengan semangat, tekad dan energi yang kuat, dengan pikiran yang positif dan
sikap yang optimis, serta dengan rasa persaudaraan, persatuan dan kebersamaan
yang tinggi. Inilah, kata Presiden, totalitas dari karakter bangsa yang kuat dan
unggul, yang pada kelanjutannya bisa meningkatkan kemandirian dan daya saing
bangsa, menuju Indonesia yang maju, bermartabat dan sejahtera di Abad 21 ini.
HADIRIN YANG BERBAHAGIA,
Akhirnya kami mengucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional
kepada semua pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik, serta penggiat
pendidikan di seluruh tanah air. Semoga apa yang kita kerjakan dan perbuat selama
ini di bidang pendidikan menjadi amal kebajikan kita di dunia.
WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
MOHAMMAD NUH
26 April 2010
Hasil Unas SMA dan SMK Jatim
Data peringkat pelajar untuk "tiga besar" SMA jurusan bahasa adalah Zainur Rahmah (SMAN 2 Nganjuk dengan nilai UN 53,20); Trias Desy Aristanty (SMAN 1 Malang dengan nilai UN 52,90); dan Ria Hapsari Dewi (SMAN 2 Nganjuk dengan nilai UN 52,70).
Peringkat pelajar untuk "tiga besar" SMA jurusan IPS adalah Dina Bakti Pertiwi (SMAN 1 Jember dengan nilai UN 54,75); Erik Kurniawan (SMAN 1 Krian dengan nilai UN 54,50); dan Anna Bella Ayu Vidhanti (SMAN 1 Jember dengan nilai UN 54,40).
Untuk "tiga besar" SMA jurusan IPA adalah Muhammad Wildan Rabbani Kurniawan (SMAN 1 Gresik dengan nilai UN 57,20); Jauharil Wafi (SMAN 1 Taman dengan nilai UN 57,10); dan Dedi Aditama (SMAN 2 Lamongan dengan nilai UN 56,90).
Peringkat "tiga besar" untuk SMK adalah Achmad Faiz Bazar (SMKN 1 Bangil dengan nilai UN 46,55); Deddy Novian Prastiaji (SMK Bina Farma Madiun dengan nilai UN 46,29); dan Muhammad Lutfi Ade Saputra (SMK Muhammadiyah 1 Lamongan dengan nilai UN 45,80).
pelajar SMA/MA/SMK yang mengikuti UN 2010 di Jatim sebanyak 344.908 orang meliputi 206.595 pelajar SMA/MA dan 138.313 pelajar SMK.
"Mereka yang dinyatakan tidak lulus dalam pengumuman UN pada 26 April adalah 6.555 pelajar SMA/MA dan 9.782 pelajar SMK," katanya.
Secara persentase, pelajar SMA/MA yang tidak lulus mencapai 3,17 persen, sedangkan pelajar SMK yang tidak lulus mencapai 7,072 persen, sehingga pelajar SMA/MA/SMK yang tidak lulus UN 2010 mencapai 5,12 persen.
Ia mengatakan jumlah itu masih ditambah dengan 117 pelajar dari SMA Luar Biasa, namun 117 pelajar SMA LB itu tidak seorang pun yang harus mengulang.
"Dibandingkan dengan tahun ajaran 2008/2009, ada penurunan untuk pelajar SMA/MA yang tidak lulus, karena tahun ajaran 2008/2009 tercatat 206.160 pelajar SMA/MA yang mengikuti UN dengan 9.223 orang (4,47 persen) tidak lulus," katanya.
Peringkat Nilai Unas
Provinsi Nilai Rata-rata
1. Bali = 8,08
2. Jabar = 7,66
3. Sumsel = 7,42
4. Jatim = 7,68
5. Sumut = 7,75
Sumber: Kementerian Pendidikan Nasional
sumber : Antara News
Peringkat pelajar untuk "tiga besar" SMA jurusan IPS adalah Dina Bakti Pertiwi (SMAN 1 Jember dengan nilai UN 54,75); Erik Kurniawan (SMAN 1 Krian dengan nilai UN 54,50); dan Anna Bella Ayu Vidhanti (SMAN 1 Jember dengan nilai UN 54,40).
Untuk "tiga besar" SMA jurusan IPA adalah Muhammad Wildan Rabbani Kurniawan (SMAN 1 Gresik dengan nilai UN 57,20); Jauharil Wafi (SMAN 1 Taman dengan nilai UN 57,10); dan Dedi Aditama (SMAN 2 Lamongan dengan nilai UN 56,90).
Peringkat "tiga besar" untuk SMK adalah Achmad Faiz Bazar (SMKN 1 Bangil dengan nilai UN 46,55); Deddy Novian Prastiaji (SMK Bina Farma Madiun dengan nilai UN 46,29); dan Muhammad Lutfi Ade Saputra (SMK Muhammadiyah 1 Lamongan dengan nilai UN 45,80).
pelajar SMA/MA/SMK yang mengikuti UN 2010 di Jatim sebanyak 344.908 orang meliputi 206.595 pelajar SMA/MA dan 138.313 pelajar SMK.
"Mereka yang dinyatakan tidak lulus dalam pengumuman UN pada 26 April adalah 6.555 pelajar SMA/MA dan 9.782 pelajar SMK," katanya.
Secara persentase, pelajar SMA/MA yang tidak lulus mencapai 3,17 persen, sedangkan pelajar SMK yang tidak lulus mencapai 7,072 persen, sehingga pelajar SMA/MA/SMK yang tidak lulus UN 2010 mencapai 5,12 persen.
Ia mengatakan jumlah itu masih ditambah dengan 117 pelajar dari SMA Luar Biasa, namun 117 pelajar SMA LB itu tidak seorang pun yang harus mengulang.
"Dibandingkan dengan tahun ajaran 2008/2009, ada penurunan untuk pelajar SMA/MA yang tidak lulus, karena tahun ajaran 2008/2009 tercatat 206.160 pelajar SMA/MA yang mengikuti UN dengan 9.223 orang (4,47 persen) tidak lulus," katanya.
Peringkat Nilai Unas
Provinsi Nilai Rata-rata
1. Bali = 8,08
2. Jabar = 7,66
3. Sumsel = 7,42
4. Jatim = 7,68
5. Sumut = 7,75
Sumber: Kementerian Pendidikan Nasional
sumber : Antara News
29 Maret 2010
Tips Mengerjakan Unas
Persiapan yang matang juga sangat menentukan untuk pencapaian nilai atau kelulusan, karena fisik dan psikis harus berjalan bersama. Berikut adalah tips nya berdasar pengalaman :1.Siapkan peralatan tulis kalian ( pensil harus 2B sesuai stardar scanner, karena bila salah jenisnya berresiko pada penilaian, penghapus yang masih baru, rautan pensil dan kartu peserta )
2.Jangan lupa sarapan pagi, bila tidak terbiasa bisa diganti dengan segelas susu dan roti.
3.Sebelum berangkat minta doa restu orang tua.
4.Datang lebih awal, bisa digunakan untuk baca-baca soal.
5.Berdoa sebelum mengerjakan soal.
6.Cek naskah soal, apa sudah sesuai dengan paketnya A atau B serta jumlah halamannya.
7.Baca soal berulangkali, karena ada jawaban sebagai pengecoh.
8.Arsirlah jawaban yang benar pada huruf jawaban sampai hitam penuh.
9.Soal yang sudah dikerjakan, jangan lupa diteliti kembali, apalagi bila masih ada sisa waktu.
10.Jangan lupa tutup dengan doa sebelum pulang.
27 Maret 2010
Enam Langklah Ber Internet Sehat
Era Global terutama era informasi sudah merupakan kebutuhan, dalam hal ini adalah mencari informasi via internet. Namun siapa saja yang menggunakan internet, nach yang namanya layanan internet saat ini bisa dilakukan via hand phone, walau tampilannya kurang lengkap dibanding menggunakan laptop atau desktop.
Apa akibatnya, apa keuntungannya, apa kerugiannya, terutama bagi pengguna yang berusia belasan tahun.
Berikut ini adalah 6 (enam) langkah yang dapat dilakukan bersama jika ingin menggunakan Internet secara “sehat” di tengah keluarga:
1. Pertama, jika di rumah kita ada anak di bawah umur, gunakan Internet bersama dengan anggota keluarga lain yang lebih dewasa. Tempatkan komputer di ruang keluarga atau di tempat yang mudah diawasi oleh kita. Jika diperlukan, berilah penjadwalan / pembatasan waktu untuk anak dalam menggunakan Internet
2. Kedua, pelajarilah sarana komunikasi dan kandungan informasi yang ditawarkan oleh Internet, secara bersama dengan anggota keluarga yang lain. Ajukanlah pertanyaan kepada mereka. Dengan banyak bertanya, kita bisa menggali sejauh mana mereka memahami Internet, juga tentang cara menggali informasi yang bermanfaat, sekaligus menjauhi informasi yang negatif.
3. Ketiga, berikan pengertian kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak menanggapi / menjawab setiap e-mail ataupun private chat dari orang yang tak dikenal, termasuk tidak membuka file kiriman (attachment) dari siapapun dan dalam bentuk apapun.
4. Keempat, pertegaslah kepada siapapun yang menggunakan Internet di rumah kita untuk lebih berhati-hati ketika memberikan data pribadi / keluarga, alamat rumah / sekolah, nomor telepon, tanggal lahir, password dan data diri lainnya kepada orang yang tak dikenal, ataupun saat mengisi informasi data diri di situs personal, blog ataupun situs lainnya di Internet semisal Facebook.com, Friendster.com atau MySpace.com
5. Kelima, mintalah kepada anak di bawah umur untuk segera meninggalkan situs yang tidak pantas atau yang membuat mereka tidak nyaman, baik disengaja ataupun tidak sengaja terbuka. Bujuklah agar mereka terbiasa bercerita kepada kita tentang segala sesuatu yang mereka temui di Internet.
6. Keenam, tegaskan kepada anak maupun remaja di rumah kita untuk tidak gegabah merencanakan pertemuan langsung (face-to-face) engan seseorang yang baru mereka kenal di Internet. Jika memang mereka bersikeras untuk tetap bertemu, maka harus dipastikan ada orang dewasa yang menemani dan pertemuannya harus berlangsung di tempat umum / publik
sumber dari : www.internetsehat.org
Apa akibatnya, apa keuntungannya, apa kerugiannya, terutama bagi pengguna yang berusia belasan tahun.
Berikut ini adalah 6 (enam) langkah yang dapat dilakukan bersama jika ingin menggunakan Internet secara “sehat” di tengah keluarga:
1. Pertama, jika di rumah kita ada anak di bawah umur, gunakan Internet bersama dengan anggota keluarga lain yang lebih dewasa. Tempatkan komputer di ruang keluarga atau di tempat yang mudah diawasi oleh kita. Jika diperlukan, berilah penjadwalan / pembatasan waktu untuk anak dalam menggunakan Internet
2. Kedua, pelajarilah sarana komunikasi dan kandungan informasi yang ditawarkan oleh Internet, secara bersama dengan anggota keluarga yang lain. Ajukanlah pertanyaan kepada mereka. Dengan banyak bertanya, kita bisa menggali sejauh mana mereka memahami Internet, juga tentang cara menggali informasi yang bermanfaat, sekaligus menjauhi informasi yang negatif.
3. Ketiga, berikan pengertian kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak menanggapi / menjawab setiap e-mail ataupun private chat dari orang yang tak dikenal, termasuk tidak membuka file kiriman (attachment) dari siapapun dan dalam bentuk apapun.
4. Keempat, pertegaslah kepada siapapun yang menggunakan Internet di rumah kita untuk lebih berhati-hati ketika memberikan data pribadi / keluarga, alamat rumah / sekolah, nomor telepon, tanggal lahir, password dan data diri lainnya kepada orang yang tak dikenal, ataupun saat mengisi informasi data diri di situs personal, blog ataupun situs lainnya di Internet semisal Facebook.com, Friendster.com atau MySpace.com
5. Kelima, mintalah kepada anak di bawah umur untuk segera meninggalkan situs yang tidak pantas atau yang membuat mereka tidak nyaman, baik disengaja ataupun tidak sengaja terbuka. Bujuklah agar mereka terbiasa bercerita kepada kita tentang segala sesuatu yang mereka temui di Internet.
6. Keenam, tegaskan kepada anak maupun remaja di rumah kita untuk tidak gegabah merencanakan pertemuan langsung (face-to-face) engan seseorang yang baru mereka kenal di Internet. Jika memang mereka bersikeras untuk tetap bertemu, maka harus dipastikan ada orang dewasa yang menemani dan pertemuannya harus berlangsung di tempat umum / publik
sumber dari : www.internetsehat.org
Langganan:
Postingan (Atom)





