Angka ketidak lulusan semakin bertambah, diharap untuk para siswa pada try out ke-3 atau terakhir untuk lebih mempersiapkan diri kembali
18 Februari 2010
Hasil Try Out ke-2 Kota
Angka ketidak lulusan semakin bertambah, diharap untuk para siswa pada try out ke-3 atau terakhir untuk lebih mempersiapkan diri kembali
01 Februari 2010
Coban Pelangi
Acara liburan siswa semester ganjil 2009/2010 saya coba isi dengan mengunjungi beberapa daerah wisata yang ada di wilayah Malang Raya. Salah satunya adalah Air Terjun Coban Pelangi.Coban ini terletak di timur dari arah kota Malang, jadi kalau kita lewat Blimbing kea rah Tumpang, krang lebih 17 KM. Dari Tumpang kita belok kiri arah Timur kurang lebih 10 Km atau arah Poncokusumo. Kita jangan belok kanan setelah bertemu perempatan pertama, karena itu menuju ke Poncokusumo. Jadi kita lurus saja. Sepanjang perjalanan tidak ada pemendangan yang jelak semuanya very beautiful, mulai sayuran sampai pohon apel. Setelah kita ketemu desa Gubuk Klakah berarti kita sudah sampai dengan melewati 1 pos retribusi kampong kita di pungut Rp. 1.000,-, melanjutkan sedikit perjalanan kita sudah sampai di pos penjagaan Coban Pelangi, kita kena retribusi Rp. 3.100,-.
Kita parker motor kita, siap sudah kita menuruni tangga kurang lebih 500 meter kita sudah sampai pada air terjun. Perlu saya informasikan juga bahwa jalan yang saya lalui semuanya ber aspal hotmix, ini kami lakukan pada bulan januari akhir 2010.


26 Januari 2010
Bahaya WC Duduk Bagi Wanita
Aduh mau buang hajat aja kok ribet banget ya, padahal buang hajat termasuk suatu nikmat, apalagi sambil merokok. tapi itu untuk pria, sedangkan untuk wanita juga ada resikonya, apa saja resikonya ? bila menggunakan WC duduk ..........Rasa ingin kencing lagi usai berkemih, adalah salah satu tanda infeksi saluran kencing. Penyakit ini banyak sekali diderita oleh wanita.
Salah satu penyebabnya adalah, menggunakan toilet umum sembarangan!
Menurut Dr. Sugi Suhandi Iskandar, SpOG, spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi bakteri yang terjadi di saluran kemih.
Dalam hal ini, terkumpulnya bakteri lebih dari 10.000 bakteri per milimeter air seni.
Adapun bakteri atau kuman yang paling sering mengakibatkan ISK antara lain Eschericia coli atau E. coli, Klebsiella, dan Pseudomonas.
Di antara ketiganya, penyebab paling utama adalah E. coli yang ada di mana-mana, termasuk tinja kita.
Infeksi bakteri ke saluran kemih ini ada yang bergejala dan ada yang tidak. Untuk ISK yang bergejala, Sugi menjelaskan gejala pada masing-masing orang tidak sama.
Gejalanya antara lain:
• sakit di perut bagian bawah, di atas tulang kemaluan
• kencing sakit, terutama pada akhir kencing
• anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi. Walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar
• sering berkemih
• jika infeksi sudah berlanjut, bisa demam
Beberapa faktor resiko yang membuat seseorang bisa terkena ISK:
a. Salah cebok. Kurang menjaga kebersihan dan kesehatan daerah seputar saluran kencing, bisa memicu ISK. Apalagi dengan cara cebok yang salah, yaitu dari belakang ke depan. Cara cebok seperti ini sama saja menarik kotoran ke daerah vagina atau saluran kencing.
b. Kebiasaan menahan kencing. Pada wanita, jika menahan kencing, uretra menjadi semakin pendek dan memungkinkan kuman masuk ke dalam saluran kencing. Sedangkan pada pria, meski dia menahan kencing, uretranya tetap panjang.
c. Tidak kencing sebelum melakukan hubungan seks. "Hal ini menyebabkan uretra penuh. Jika uretranya pendek, terkena gesekan saat berhubungan seks, bisa menyebabkan kuman-kuman gampang terdorong masuk ke saluran kencing dan mengakibatkan infeksi yang disebut sistitis," jelas Sugi. Hal ini banyak terjadi pada pasangan yang baru menikah, karena itu disebut "honeymooners cystitis. Keluhannya seperti kencing sakit dan anyang-anyangan.
d. Penyakit kelamin. Yaitu berhubungan seksual dengan orang yang punya penyakit kelamin seperti penyakit kencing nanah. Hal ini akan menyebabkan infeksi pada uretra dan meghasilkan nanah. Karena itu disebut kencing nanah.
e. Batu di daerah saluran kencing. Keberadaan batu di saluran kencing bisa menjadi fokus infeksi dan menyebabkan infeksi berulang. "Misalnya ada infeksi berulang pada saluran kencing, kemungkinan disebabkan adanya onfeksi di batu di saluran kencing. Batu tersebut terinfeksi dan bisa menjadi sumber infeksi dan sumber kuman," kata Sugi.
Wanita yang sedang mengandung juga sering terserang ISK. Hal ini karena terjadi perubahan hormonal dan perubahan daya tahan tubuh. Infeksi ini tentu berpengaruh terhadap kehamilan dan janin. Harus dijaga betul agar jangan sampai terkena ISK. Jika terlambat, ISK bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran indung telur, kehamilan di luar kandungan, dan sebagainya.
Kloset jongkok lebih aman
Agar terhindar dari ISK, disarankan beberapa hal sebagai berikut:
- Menjaga kebersihan sekitar organ intim dan saluran kencing
- Bersihkan organ intim dengan sabun karena dengan air saja tidak cukup. Gunakan sabun khusus dengan pH balanced (seimbang). Jadi lebih bersih. "Jika pada situasi tertentu tidak ada sabun, ya dengan air bersih."
- Jika kencing di toilet umum, sebaiknya gunakan toilet jongkok daripada duduk. Toilet jongkok tidak membuat kita bersentuhan langsung dengan permukaan toilet dan lebih higienis. Jika terpaksa menggunakan toilet duduk, sebelum menggunakan sebaiknya bersihkan dulu pinggiran toilet. Toilet-toilet umum yang baik biasanya sudah menyediakan tissue dan cairan pembersih dudukan toilet.
- Jangan cebok di toilet umum dari air yang ditampung di bak mandi atau ember. Pakailah shower atau keran.
- Cebok yang benar, yaitu dari depan ke belakang. Bukan dari arah sebaliknya.
- Tidak menahan kencing. Kencinglah sebelum melakukan perjalanan jauh atau sebelum melakukan hubungan seks.
- Gunakan pakaian dalam dari bahan katun yang menyerap keringat agar tidak lembab.
23 Januari 2010
Download Kumpulan Soal UNAS SMP
Sempat menjadi perhelatan antara jadi atau tidaknya pelaksanaan ujian nasional beberapa waktu lalu, maka ternyata pemerintah memutuskan tetap ada pelaksanaan UNAS untuk tahun 2009/2010.
Berdasarkan kesepakatan bersama (BSNP, Depdiknas, dan Depag) diputuskan jadwal Ujian Nasional sebagai berikut :
- SMA/MA (20 -- 24 April 2009)
- SMP/Mts (27 -- 30 April 2009)
- SD/MI (11 -- 13 Mei 2009)
- SMK/SMALB (20 -- 22 April 2009)
Maka kita orang tua atau siswa khususnya harus banyak latihan soal-soal UNAS.
Silahkan download pelajaran dibawah ini bila membutuhkannya :
1. Matematika SMP
2. Bahasa Inggris SMP
3. Bahasa Indonesia SMP
4. IPA SMP
Berdasarkan kesepakatan bersama (BSNP, Depdiknas, dan Depag) diputuskan jadwal Ujian Nasional sebagai berikut :
- SMA/MA (20 -- 24 April 2009)
- SMP/Mts (27 -- 30 April 2009)
- SD/MI (11 -- 13 Mei 2009)
- SMK/SMALB (20 -- 22 April 2009)
Maka kita orang tua atau siswa khususnya harus banyak latihan soal-soal UNAS.
Silahkan download pelajaran dibawah ini bila membutuhkannya :
1. Matematika SMP
2. Bahasa Inggris SMP
3. Bahasa Indonesia SMP
4. IPA SMP
21 Januari 2010
Hasil Try Out UNAS Kota Pertama
Berikut hasil try out UNAS pertama Kota Malang untuk siswa SMPN 16 Malang
Masih ada kesempatan memperbaiki untuk try out kedua, asal kalian belajar dengan semangat tinggi dan tidak putus harapan, okey......
Masih ada kesempatan memperbaiki untuk try out kedua, asal kalian belajar dengan semangat tinggi dan tidak putus harapan, okey......
02 Januari 2010
Guru Berperan Dalam Membangkitkan Motivasi Belajar Siswanya
Motivasi adalah suatu kondisi atau status internal (kadang-kadang diartikan sebagai kebutuhan, keinginan, atau hasrat) yang mengarahkan perilaku seseorang untuk aktif bertindak dalam rangka mencapai suatu tujuan.(Huitt,W.2001)Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.
Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.
Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik.
• Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.
• Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.
Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.
Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar.
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:
1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.
Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.
2. Hadiah
Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.
3. Saingan/kompetisi
Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
4. Pujian
Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.
5. Hukuman
Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.
6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar
Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.
7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik
8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok
9. Menggunakan metode yang bervariasi, dan
10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran
22 Desember 2009
Sejarah Hari Ibu
Di Indonesia, setiap tanggal 22 Desember dirayakan Hari Ibu dengan tema utama untuk menghormati peran Ibu terhadap keluarga dan rumahtangganya, baik kepada suaminya, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya. Indonesia adalah salah satu dari 77 negara yang juga turut merayakan hari Ibu atau Mother’s Day. Masing-masing negara memiliki tema yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang sejarah. Beberapa negara merayakannya pada hari Minggu, yaitu minggu kedua di bulan Mei. Beberapa negara lainnya merayakan hari Ibu pada setiap bulan Maret. Dari semua negara yang menjadikan hari Ibu sebagai salah satu dari hari nasionalnya, keseluruhannya memiliki latar belakang yang sama, yaitu tidak terlepas dari sejarah perjuangan kaum perempuan. Tulisan ini akan mengulas mengenai latar belakang terbentuknya gagasan untuk memasukkan Hari Ibu sebagai salah satu hari nasional.
Hari Ibu di Indonesia
Pada masa pergerakan nasional, kaum wanita di Indonesia sudah memberikan kontribusi di bidang politik dengan munculnya organisasi-organisasi perempuan. Diawali dengan pertemuan para pejuang wanita untuk mengadakan Kongres Perempuan Indoensia I pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Gedung Mandalabhakti Wanitatama (di Jalan Solo) adalah saksi bisu lahirnya ide Hari Ibu di Indonesia. Kongres tersebut dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil kongres mendeklarasikan pembentukan Kongres Perempuan yang sekarang ini dikenal Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Sekedar catatan, organisasi-organisasi perempuan yang mengikuti Kongres Perempuan I sudah terbentuk sejak 1912. Diilhami oleh keikutsertaan perempuan dalam era perjuangan fisik, organisasi-organisasi perempuan ini hendak mempertahankan semangat perlawanan untuk mencapai kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Tidak seperti kebanyakan organsiasi-organisasi perempuan dari Eropa yang membawa misi kesetaraan gender, mereka lebih berorientasi untuk memikirkan sesuatu yang amat penting bagi kemajuan bangsa.
Pada Kongres Perempuan III tahun 1938 yang diselenggarakan di Bandung dikeluarkan suatu deklarasi yang menetapkan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember. Penetapan hari Ibu ini sesungguhnya adalah bagian dari upaya politik kaum perempuan pada waktu itu untuk mempertahankan misi perbaikan nasib kaum perempuan sebagai bagian dari agenda pergerakan nasional. Sebelumnya, setelah melakukan pembubaran Perikatan Perkumpulan Istri Indonesia (PPII) mulai dikeluarkan isu mengenai keterwakilan perempuan. Sayangnya, upaya untuk memperjuangkan Maria Ulfa menjadi anggota Volksraad (semacam anggota legislatif) tidak berhasil. Penetapan Hari Ibu tanggal 22 Desember melalui Kongres Perempuan III adalah bagian dari upaya secara politik untuk mempertahankan eksistensi perjuangan kaum perempuan.
Setelah periode kemerdekaan, upaya kaum perempuan untuk menunjukkan eksistensinya terus menguat. Peringatan Hari Ibu Ke-25 tahun 1953 dilaksanakan secara besar-besaran di hampir semua kota dari Meulaboh hingga Ternate. Tentunya peringatan ini tidak terlepas dari keberhasilan organisasi perempuan ketika itu memasukkan nama seperti Maria Ulfa Menteri Sosial (Kabinet Syahrir II) dan S. K. Trimurti menjadi Menteri Perburuhan (Kabinet Amir Sjarifuddin, 1947-1948). Akhirnya, Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No 316 Tahun 1959 menetapkan Hari Ibu tanggal 22 Desember sebagai Hari Nasional. Hari Ibu (Mother’s Day) di Indonesia adalah untuk mengenang perjuangan kaum perempuan yang turut serta dalam memperbaiki nasib bangsa terutama nasib kaum perempuan. Sekalipun pengaruh pergerakan kaum wanita di Eropa sudah masuk ketika itu, akan tetapi perjuangan kaum perempuan di Indonesia tidak didasarkan pada pemikiran kesetaraan gender. Mereka hanya memperjuangkan agar nasib kaum perempuan lebih diperhatikan.
Sejauh ini saya belum mendapatkan literatur yang menerangkan mengapa organisasi perempuan pada Kongres Perempuan III di Bandung menyebutkannya Hari Ibu. Apakah karena kaum perempuan yang terlibat dalam gerakan nasional 1912 hingga Kongres Perempuan III (1938) adalah kaum ibu? Seperti kita ketahui, setelah Kongres Perempuan I di Yogyakarta telah terbentuk organisasi perempuan yang disebut PPII (1930) menggantikan Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia atau PPPI (1929). Bisa jadi pula, ide untuk menyebutkan Hari Ibu terinspirasi dari budaya Eropa yang dianut oleh gerakan perempuan di Eropa yang terlebih dulu menyebutkan Hari Ibu (Mother’s Day), sekalipun bukan dalam tema yang sama.
Sejarah Hari Ibu di Eropah
Mother’s Day di Eropa sesungguhnya adalah kebiasaan masyarakat Yunani Kuno berupa ritual sebagai persembahan untuk menghormati seorang ibu dalam legenda Yunani Kuno, yaitu Dewi Rhea atau lebih dikenal Mother of Rhea. Nama Dewi Rhea sesungguhnya adalah penyebutan yang berasal dari Pirigi (Phrigia), yaitu kerajaan yang terletak di bagian Turki. Dalam mitologi Yunani Kuno, Dewi Rhea memiliki nama Cybele atau dikenal juga Magna Mater Deorum Idaea yang berarti ibu para dewa (The Great Idaean Mother of Gods). Oleh karena itu, masyarakat Yunani Kuno yang kebanyakan melakukan ritual pada tangga 15-18 Maret adalah kaum perempuan dari golongan ibu.
Jika Yunani memiliki Cybele sebagai ibu para dewa, maka Romawi Kuno memiliki ritual yang tidak berbeda yang disebut Festival Matronalia untuk menghormati Dewi Juno, puteri dari Dewa Saturnus, istri dari Dewa Yupiter, dan ibu dari Juventas, Mars, dan Vulcan. Dewi Juno dikenal sebagai dewi yang melindungi keuangan di seluruh negeri yang kuilnya terletak di Arx. Dewi Juno juga melindungi kota-kota di manapun yang terdapat kuil untuk menyembahnya. Di setiap tahun di awal bulan Maret, para perempuan yang umumnya terdiri dari kaum ibu melakukan ritual berupa Festival Matronalia. Beberapa di antaranya diselenggarakan pada tanggal 7 Juli hingga September. Seperti halnya pada kepercayaan masyarakat Yunani Kuno, Dewi Juno dianggap sebagai simbol penghormatan kepada kaum ibu.
Mother’s Day di Amerika Serikat
Seperti kita ketahui jika budaya Eropa banyak dipengaruhi pula oleh budaya Yunani Kuno. Tidak hanya ilmu pengetahuan ataupun filsafat, akan tetapi juga kebiasaan dan simbol-simbol kehidupan. Budaya inilah yang selanjutnya menginspirasikan gerakan kaum perempuan Eropa untuk mencetuskan Mother’s Day.
Istilah ‘Second Sunday in May’ sebagai Mother’s Day pertama kali diperkenalkan oleh Ann Maria Reeves Jarvis atau Anna Jarvis, salah seorang seorang aktivis perempuan di Amerika Serikat. Bermula dari kehidupan pribadi dengan merasakan betapa besarnya jasa dan pengorbanan seorang ibu yang selama ini tidak pernah mendapatkan penghargaan. Ditambah lagi dengan diskriminasi gender di negara itu yang sangat menyudutkan kaum perempuan. Setelah kematian ibundanya pada tahun 1905, Anna memulai kampanyenya menekan pemerintah untuk memberikan kesempatan penghormatan bagi kaum ibu di negara itu. Pada tahun 1914, kongres Amerika akhinrya berhasil mendesak Presiden Woodrow Wilson untuk mendeklarasikan secara resmi tanggal 12 Mei sebagai Mother’s Day atau yang dikenal dengan istilah ‘Second Sunday in May’. Di negeri itu, Mother’s Day diwarnai dengan pemberian bunga Carnation kepada para ibu.
Negara-Negara Yang Merayakan ‘Second Sunday in May’
Tradisi ‘Second Sunday in May’ selanjutnya diikuti oleh pergerakan kaum perempuan di negara-negara lain. Adapun negara-negara selain Amerika Serikat dan Kanada yang mengikuti tradisi ‘Second Sunday in May’ adalah:
Amerika Latin:
Anguila, Aruba, Bahamas, Barbados, Belize, Bermuda, Bonaire, Brazil, Chili, Kolumbia, Cuba, Curacao, Ekuador, Honduras, Jamaika, Peru, Puerto Rico, Saint Lusia, Saint Vincent & Grenada, Saint Martin, Suriname, Uruguay, dan Venezuela.
Asia dan Pasifik:
Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, RRC, Taiwan, Hongkong, India, Jepang, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Pakistan, Papua Nugini, Philipina, dan Singapura.
Eropa:
Belanda, Belgia, Kroasia, Cyprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Jerman, Yunani, Islandia (Iceland), Italia, Latvia, Malta, Slovakia, Swis, Turki, dan Ukraina.
Afrika:
Afrika Selatan, Ghana, Trinidad & Tobago, dan Zimbabwe.
Mother’s Day diselenggarakan antara tanggal 9, 10, dan 11 Mei setiap tahun. Paling banyak dilaksanakan pada tanggal 9 Mei. Adapun secara lengkap negara-negara yang merayakan Mother’s Day dari Asia, Afrika, Amerika Latin, Amerika, dan Eropa dapat dilihat di Wikipedia (klik di sini).
Kesamaan Nasib Secara Historis
Pada prinsipnya, Hari Ibu atau Mother’s Day di setiap negara sekalipun memiliki latar belakang yang berbeda, akan tetapi memiliki kesamaan visi. Istilah pandangan tentang mitologi Yunani Kuno maupun Romawi Kuno hanyalah simbol dari suatu pergerakan kaum perempuan setelah abad pertengahan. Mungkin ada beberapa pandangan yang menyebutkan jika pandangan pergerakan perempuan ketika itu dilandasi oleh pemikiran-pemikiran kaum pagan. Sesungguhnya tidak demikian pengertiannya. Setiap pergerakan, perjuangan, ataupun perlawanan pasti membutuhkan simbol yang dapat menjadi penyemangat atau penanda (ciri khas). Kebangkita Eropa pada abad pertengahan menjadi titik tolak dimulainya pemikiran untuk memperjuangkan nasib kaum perempuan di Eropa yang ketika itu sedang mengalami penindasan luar biasa. Ini pula yang terjadi di negara-negara lain seperti Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Di Indonesia, perbedaannya justru terletak pada unsur kesetaraan gender yang sama sekali tidak dimasukkan ke dalam agenda perjuangan kaum perempuan. Ini pula yang melandasi pemikiran R.A Kartini dan tokoh-tokoh wanita nasional lainnya yang selanjutnya diwujudkan ke dalam perjuangan kaum ibu.
Di Jepang misalnya, pergerakan kaum perempuan yang kemudian menjadi pencetus Mother’s Day dilatarbelakangi oleh penghormatan kepada Kaisar Wanita yang dikenal Kaisar Kojun (Ibunda dari Kaisar Akihito). Penghormatan kepada Kaisar Kojun kemudian oleh Kaisar Akihito dijadikan sebagai bagian dari upacara ritual nasional di negeri Jepang.
Di Cina daratan (RRC), Mother’s Day dilatarbelakangi pemikiran filsuf Mencius yang hidup di era 372-289 sebelum masehi. Cerita tentang seorang ibu diilhami oleh kisah ibunda Mencius yang memindahkan rumah sebanyak 3 kali yang tujuannya untuk mendapatkan tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk tumbuh.
Iran merayakan Mother’s Day untuk menghormati jasa mendiang Hazrat Fatemah Zahra yang dipercaya sebagai keturunan putri Nabi Muhammad. Perayaan yang semula hanya tradisi kemudian mulai dijadikan sebagai bagian dari hari besar nasional di Iran dan sekaligus sebagai tradisi nasional.
Inggris dan Irlandia memiliki kesamaan latar belakang historis tentang Mother’s Day. Sebelumnya, tradisi rakyat Inggris dan Irlandia ini dikenal dengan nama Mothering Sunday yang dilakukan oleh kelompok umat kristiani. Pada setiap meinggu ketiga sebelum hari Paskah, para wanita berkumpul di Mother Church sambil membawa anak-anaknya untuk mengenak keibuan dari Bunda Maria bersama puteranya Yesus Kristus. Kebiasaan inilah yang selanjutnya menjadi latar belakang dijadikannya tanggal 1 Maret sebagai Mother’s Day di Inggris dan Irlandia.
Hari Ibu di Indonesia
Pada masa pergerakan nasional, kaum wanita di Indonesia sudah memberikan kontribusi di bidang politik dengan munculnya organisasi-organisasi perempuan. Diawali dengan pertemuan para pejuang wanita untuk mengadakan Kongres Perempuan Indoensia I pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Gedung Mandalabhakti Wanitatama (di Jalan Solo) adalah saksi bisu lahirnya ide Hari Ibu di Indonesia. Kongres tersebut dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil kongres mendeklarasikan pembentukan Kongres Perempuan yang sekarang ini dikenal Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Sekedar catatan, organisasi-organisasi perempuan yang mengikuti Kongres Perempuan I sudah terbentuk sejak 1912. Diilhami oleh keikutsertaan perempuan dalam era perjuangan fisik, organisasi-organisasi perempuan ini hendak mempertahankan semangat perlawanan untuk mencapai kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Tidak seperti kebanyakan organsiasi-organisasi perempuan dari Eropa yang membawa misi kesetaraan gender, mereka lebih berorientasi untuk memikirkan sesuatu yang amat penting bagi kemajuan bangsa.
Pada Kongres Perempuan III tahun 1938 yang diselenggarakan di Bandung dikeluarkan suatu deklarasi yang menetapkan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember. Penetapan hari Ibu ini sesungguhnya adalah bagian dari upaya politik kaum perempuan pada waktu itu untuk mempertahankan misi perbaikan nasib kaum perempuan sebagai bagian dari agenda pergerakan nasional. Sebelumnya, setelah melakukan pembubaran Perikatan Perkumpulan Istri Indonesia (PPII) mulai dikeluarkan isu mengenai keterwakilan perempuan. Sayangnya, upaya untuk memperjuangkan Maria Ulfa menjadi anggota Volksraad (semacam anggota legislatif) tidak berhasil. Penetapan Hari Ibu tanggal 22 Desember melalui Kongres Perempuan III adalah bagian dari upaya secara politik untuk mempertahankan eksistensi perjuangan kaum perempuan.
Setelah periode kemerdekaan, upaya kaum perempuan untuk menunjukkan eksistensinya terus menguat. Peringatan Hari Ibu Ke-25 tahun 1953 dilaksanakan secara besar-besaran di hampir semua kota dari Meulaboh hingga Ternate. Tentunya peringatan ini tidak terlepas dari keberhasilan organisasi perempuan ketika itu memasukkan nama seperti Maria Ulfa Menteri Sosial (Kabinet Syahrir II) dan S. K. Trimurti menjadi Menteri Perburuhan (Kabinet Amir Sjarifuddin, 1947-1948). Akhirnya, Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No 316 Tahun 1959 menetapkan Hari Ibu tanggal 22 Desember sebagai Hari Nasional. Hari Ibu (Mother’s Day) di Indonesia adalah untuk mengenang perjuangan kaum perempuan yang turut serta dalam memperbaiki nasib bangsa terutama nasib kaum perempuan. Sekalipun pengaruh pergerakan kaum wanita di Eropa sudah masuk ketika itu, akan tetapi perjuangan kaum perempuan di Indonesia tidak didasarkan pada pemikiran kesetaraan gender. Mereka hanya memperjuangkan agar nasib kaum perempuan lebih diperhatikan.
Sejauh ini saya belum mendapatkan literatur yang menerangkan mengapa organisasi perempuan pada Kongres Perempuan III di Bandung menyebutkannya Hari Ibu. Apakah karena kaum perempuan yang terlibat dalam gerakan nasional 1912 hingga Kongres Perempuan III (1938) adalah kaum ibu? Seperti kita ketahui, setelah Kongres Perempuan I di Yogyakarta telah terbentuk organisasi perempuan yang disebut PPII (1930) menggantikan Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia atau PPPI (1929). Bisa jadi pula, ide untuk menyebutkan Hari Ibu terinspirasi dari budaya Eropa yang dianut oleh gerakan perempuan di Eropa yang terlebih dulu menyebutkan Hari Ibu (Mother’s Day), sekalipun bukan dalam tema yang sama.
Sejarah Hari Ibu di Eropah
Mother’s Day di Eropa sesungguhnya adalah kebiasaan masyarakat Yunani Kuno berupa ritual sebagai persembahan untuk menghormati seorang ibu dalam legenda Yunani Kuno, yaitu Dewi Rhea atau lebih dikenal Mother of Rhea. Nama Dewi Rhea sesungguhnya adalah penyebutan yang berasal dari Pirigi (Phrigia), yaitu kerajaan yang terletak di bagian Turki. Dalam mitologi Yunani Kuno, Dewi Rhea memiliki nama Cybele atau dikenal juga Magna Mater Deorum Idaea yang berarti ibu para dewa (The Great Idaean Mother of Gods). Oleh karena itu, masyarakat Yunani Kuno yang kebanyakan melakukan ritual pada tangga 15-18 Maret adalah kaum perempuan dari golongan ibu.
Jika Yunani memiliki Cybele sebagai ibu para dewa, maka Romawi Kuno memiliki ritual yang tidak berbeda yang disebut Festival Matronalia untuk menghormati Dewi Juno, puteri dari Dewa Saturnus, istri dari Dewa Yupiter, dan ibu dari Juventas, Mars, dan Vulcan. Dewi Juno dikenal sebagai dewi yang melindungi keuangan di seluruh negeri yang kuilnya terletak di Arx. Dewi Juno juga melindungi kota-kota di manapun yang terdapat kuil untuk menyembahnya. Di setiap tahun di awal bulan Maret, para perempuan yang umumnya terdiri dari kaum ibu melakukan ritual berupa Festival Matronalia. Beberapa di antaranya diselenggarakan pada tanggal 7 Juli hingga September. Seperti halnya pada kepercayaan masyarakat Yunani Kuno, Dewi Juno dianggap sebagai simbol penghormatan kepada kaum ibu.
Mother’s Day di Amerika Serikat
Seperti kita ketahui jika budaya Eropa banyak dipengaruhi pula oleh budaya Yunani Kuno. Tidak hanya ilmu pengetahuan ataupun filsafat, akan tetapi juga kebiasaan dan simbol-simbol kehidupan. Budaya inilah yang selanjutnya menginspirasikan gerakan kaum perempuan Eropa untuk mencetuskan Mother’s Day.
Istilah ‘Second Sunday in May’ sebagai Mother’s Day pertama kali diperkenalkan oleh Ann Maria Reeves Jarvis atau Anna Jarvis, salah seorang seorang aktivis perempuan di Amerika Serikat. Bermula dari kehidupan pribadi dengan merasakan betapa besarnya jasa dan pengorbanan seorang ibu yang selama ini tidak pernah mendapatkan penghargaan. Ditambah lagi dengan diskriminasi gender di negara itu yang sangat menyudutkan kaum perempuan. Setelah kematian ibundanya pada tahun 1905, Anna memulai kampanyenya menekan pemerintah untuk memberikan kesempatan penghormatan bagi kaum ibu di negara itu. Pada tahun 1914, kongres Amerika akhinrya berhasil mendesak Presiden Woodrow Wilson untuk mendeklarasikan secara resmi tanggal 12 Mei sebagai Mother’s Day atau yang dikenal dengan istilah ‘Second Sunday in May’. Di negeri itu, Mother’s Day diwarnai dengan pemberian bunga Carnation kepada para ibu.
Negara-Negara Yang Merayakan ‘Second Sunday in May’
Tradisi ‘Second Sunday in May’ selanjutnya diikuti oleh pergerakan kaum perempuan di negara-negara lain. Adapun negara-negara selain Amerika Serikat dan Kanada yang mengikuti tradisi ‘Second Sunday in May’ adalah:
Amerika Latin:
Anguila, Aruba, Bahamas, Barbados, Belize, Bermuda, Bonaire, Brazil, Chili, Kolumbia, Cuba, Curacao, Ekuador, Honduras, Jamaika, Peru, Puerto Rico, Saint Lusia, Saint Vincent & Grenada, Saint Martin, Suriname, Uruguay, dan Venezuela.
Asia dan Pasifik:
Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, RRC, Taiwan, Hongkong, India, Jepang, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Pakistan, Papua Nugini, Philipina, dan Singapura.
Eropa:
Belanda, Belgia, Kroasia, Cyprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Jerman, Yunani, Islandia (Iceland), Italia, Latvia, Malta, Slovakia, Swis, Turki, dan Ukraina.
Afrika:
Afrika Selatan, Ghana, Trinidad & Tobago, dan Zimbabwe.
Mother’s Day diselenggarakan antara tanggal 9, 10, dan 11 Mei setiap tahun. Paling banyak dilaksanakan pada tanggal 9 Mei. Adapun secara lengkap negara-negara yang merayakan Mother’s Day dari Asia, Afrika, Amerika Latin, Amerika, dan Eropa dapat dilihat di Wikipedia (klik di sini).
Kesamaan Nasib Secara Historis
Pada prinsipnya, Hari Ibu atau Mother’s Day di setiap negara sekalipun memiliki latar belakang yang berbeda, akan tetapi memiliki kesamaan visi. Istilah pandangan tentang mitologi Yunani Kuno maupun Romawi Kuno hanyalah simbol dari suatu pergerakan kaum perempuan setelah abad pertengahan. Mungkin ada beberapa pandangan yang menyebutkan jika pandangan pergerakan perempuan ketika itu dilandasi oleh pemikiran-pemikiran kaum pagan. Sesungguhnya tidak demikian pengertiannya. Setiap pergerakan, perjuangan, ataupun perlawanan pasti membutuhkan simbol yang dapat menjadi penyemangat atau penanda (ciri khas). Kebangkita Eropa pada abad pertengahan menjadi titik tolak dimulainya pemikiran untuk memperjuangkan nasib kaum perempuan di Eropa yang ketika itu sedang mengalami penindasan luar biasa. Ini pula yang terjadi di negara-negara lain seperti Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Di Indonesia, perbedaannya justru terletak pada unsur kesetaraan gender yang sama sekali tidak dimasukkan ke dalam agenda perjuangan kaum perempuan. Ini pula yang melandasi pemikiran R.A Kartini dan tokoh-tokoh wanita nasional lainnya yang selanjutnya diwujudkan ke dalam perjuangan kaum ibu.
Di Jepang misalnya, pergerakan kaum perempuan yang kemudian menjadi pencetus Mother’s Day dilatarbelakangi oleh penghormatan kepada Kaisar Wanita yang dikenal Kaisar Kojun (Ibunda dari Kaisar Akihito). Penghormatan kepada Kaisar Kojun kemudian oleh Kaisar Akihito dijadikan sebagai bagian dari upacara ritual nasional di negeri Jepang.
Di Cina daratan (RRC), Mother’s Day dilatarbelakangi pemikiran filsuf Mencius yang hidup di era 372-289 sebelum masehi. Cerita tentang seorang ibu diilhami oleh kisah ibunda Mencius yang memindahkan rumah sebanyak 3 kali yang tujuannya untuk mendapatkan tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk tumbuh.
Iran merayakan Mother’s Day untuk menghormati jasa mendiang Hazrat Fatemah Zahra yang dipercaya sebagai keturunan putri Nabi Muhammad. Perayaan yang semula hanya tradisi kemudian mulai dijadikan sebagai bagian dari hari besar nasional di Iran dan sekaligus sebagai tradisi nasional.
Inggris dan Irlandia memiliki kesamaan latar belakang historis tentang Mother’s Day. Sebelumnya, tradisi rakyat Inggris dan Irlandia ini dikenal dengan nama Mothering Sunday yang dilakukan oleh kelompok umat kristiani. Pada setiap meinggu ketiga sebelum hari Paskah, para wanita berkumpul di Mother Church sambil membawa anak-anaknya untuk mengenak keibuan dari Bunda Maria bersama puteranya Yesus Kristus. Kebiasaan inilah yang selanjutnya menjadi latar belakang dijadikannya tanggal 1 Maret sebagai Mother’s Day di Inggris dan Irlandia.
21 Desember 2009
Metode Pembelajaran Efektif
Belajar atau pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan dan kita berikan kepada anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci sukses unutk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenakngkan dan tidak membosankan. Di bawah ini adalah beberapa metode pembelajaran efektif, yang mungkin bisa kita persiapkan.Metode Debat
Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru.
Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.
Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.
Metode Role Playing
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:
Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.
1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.
2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.
3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.
4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.
Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:
1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
2. Berpikir dan bertindak kreatif.
3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:
1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.
Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.
Langkah-langkah:
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.
5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
Kelebihan:
1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.
2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain.
3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber.
Kekurangan:
1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai.
2. Membutuhkan banyak waktu dan dana.
3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini
Cooperative Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
Langkah-langkah:
1. Guru membagi siswa untuk berpasangan.
2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.
6. Kesimpulan guru.
7. Penutup.
Kelebihan:
• Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan.
• Setiap siswa mendapat peran.
• Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.
Kekurangan:
• Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu
• Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).
Picture and Picture
Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.
Langkah-langkah:
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
2. Menyajikan materi sebagai pengantar.
3. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
4. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
5. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
6. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
7. Kesimpulan / rangkuman.
Kebaikan:
1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
2. Melatih berpikir logis dan sistematis.
Kekurangan:Memakan banyak waktu. Banyak siswa yang pasif.
Numbered Heads Together
Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa.
Langkah-langkah:
1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.
4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.
5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.
6. Kesimpulan.
Kelebihan:
• Setiap siswa menjadi siap semua.
• Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.
• Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.
Kelemahan:
• Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru.
• Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru
Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation)
Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Seleksi topik
Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik.
b. Merencanakan kerjasama
Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas.
c. Implementasi
Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.
d. Analisis dan sintesis
Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.
e. Penyajian hasil akhir
Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.
f. Evaluasi
Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya.
Metode Jigsaw
Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang.
Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.
Metode Team Games Tournament (TGT)
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.
Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu:
1. Penyajian kelas
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.
2. Kelompok (team)
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.
3. Game
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.
4. Turnamen
Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.
5. Team recognize (penghargaan kelompok)
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40
Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD)
Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.
Langkah-langkah:
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.).
2. Guru menyajikan pelajaran.
3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
5. Memberi evaluasi.
6. Penutup.
Kelebihan:
1. Seluruh siswa menjadi lebih siap.
2. Melatih kerjasama dengan baik.
Kekurangan:
1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan.
2. Membedakan siswa.
Model Examples Non Examples
Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD.
Langkah-langkah:
1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP.
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar.
4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
6. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
7. KKesimpulan.
Kebaikan:
1. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.
2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.
3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.
Kekurangan:
1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.
2. Memakan waktu yang lama.
Model Lesson Study
Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida.
Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi:
a. Perencanaan.
b. Praktek mengajar.
c. Observasi.
d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran.
2. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang.
3. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana.
4. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Berarti tahap observasi terlalui.
5. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
6. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2).
Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut:
- Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni, bahasa, sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas.
- Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah.
sumber: http://wijayalabs.wordpress.com/2008/04/)
18 Desember 2009
Sea Games Laos 2009
Rampung sudah pesta olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara, hiruk pikuk pemain, official serta pemain untuk mendulang prestasi emas tentunya menjadi target seluruh peserta. Semuanya sudah dilakukan secara maksimal oleh para atlit untuk mencapai prestasi tertingginya.Indonesia hanya berhasil menduduki peringkat ke 3, dibawah Thailand dan Vietnam. Kita masih ingat masa jaya sebelum krisis moneter, Indonesia selalu juara umum atau peringkat ke 1, namun sekarang kita sudah dibawah Vietnam. Kita hanya bisa berharap agar olahraga Indonesia bisa bangkit kembali seperti masa-masa jaya dulu, olahraga tidak usah ikutan berpolitik, karena olahraga adalah SPORTIFITAS, Olahraga ya olahraga, dengan olahraga bangsa kita akan disegani oleh DUNIA, mudah2an dibawah Menpora Bang Andi Malarangeng, olahraga kita bisa disegani oleh bangsa2 lain, amin
Berikut hasil peringkat akhir :
1. Thailand ( 86 emas )
2. Vietnam ( 83 emas )
3. Indonesia ( 43 emas )
4. Malaysia ( 40 emas )
5. Filipina ( 38 emas )
6. Singapore ( 33 emas )
7. Laos ( 33 emas )
8. Myanmar ( 12 emas )
9. Kamboja ( 3 emas )
10. Brunei ( 1 emas )
11. Timor Leste ( 3 perunggu )
Langganan:
Postingan (Atom)





