stat

1

Go to Blogger .

2

Go to Blogger .

3

Go to Blogger .

4

Go to Blogger.

5

Go to Blogger.

06 Juli 2009

Pengumuman Penerimaan PSB SMP Online Malang 2009

Pengeumuman Penerimaan PSB Online SMP Kota Malang, Jumat 10 JULI 2009
tertinggi dan terendah

SMP Negeri 1 Malang Rendah 27,90 Tinggi 29,15
SMP Negeri 2 Malang Rendah26,05 Tinggi 28,90
SMP Negeri 3 Malang Rendah27,95 Tinggi 29,80
SMP Negeri 4 Malang Rendah26,40Tinggi 28,50
SMP Negeri 5 Malang Rendah27,75 Tinggi 29,20
SMP Negeri 6 Malang Rendah26,80 Tinggi 28,70
SMP Negeri 7 Malang Rendah23,30 Tinggi 28,30
SMP Negeri 8 Malang Rendah27,30 Tinggi 28,80
SMP Negeri 9 Malang Rendah25,70 Tinggi 27,90
SMP Negeri 10 Malang Rendah24,10 Tinggi 27,05
SMP Negeri 11 Malang Rendah24,65 Tinggi 28,35
SMP Negeri 12 Malang Rendah24,10 Tinggi 27,05
SMP Negeri 13 Malang Rendah25,05 Tinggi 28,40
SMP Negeri 14 Malang Rendah24,25 Tinggi 28,90
SMP Negeri 15 Malang Rendah23,25 Tinggi 26,75
SMP Negeri 16 Malang Rendah24,90 Tinggi 28,55
SMP Negeri 17 Malang Rendah22,25Tinggi 27,95
SMP Negeri 18 Malang Rendah25,40 Tinggi 28,05
SMP Negeri 19 Malang Rendah24,40 Tinggi 27,75
SMP Negeri 20 Malang Rendah26,30 Tinggi 28,25
SMP Negeri 21 Malang Rendah26,80 Tinggi 28,95
SMP Negeri 22 Malang Rendah21,95 Tinggi 26,55
SMP Negeri 23 Malang Rendah22,60 Tinggi 26,10
SMP Negeri 24 Malang Rendah23,75 Tinggi 27,80



Untuk info PSB ONLINE TAHUN 2010 KLIK DISINI
Untuk hasil sementara PSB ONLINE 2010 KLIK DISINI

02 Juli 2009

Hasil Akhir PSB SMA Online Malang 2009

Berikut Hasil AKHIR PSB online SMA 06 JULI 2009 WIB

SMA 1 NEM terendah 37.00 ( Antasena ), tertinggi 39.40 ( Rizal Danang D C )
SMA 2 NEM terendah 34.00 ( Aditya Firman.P ), tertinggi 37.40 ( Ahmad Aditya )
SMA 3 NEM terendah 37.25 ( Daneta F), tertinggi 39.20 ( Steven Lukas )
SMA 4 NEM terendah 36.45 ( Titis Kusuma ), tertinggi 37.95 ( Hadiyani Afina )
SMA 5 NEM terendah 35.80 ( Almira Febriani ), tertinggi 38.00 ( Fauzin Naimah )
SMA 6 NEM terendah 31.30 ( Riris Trisetya ), tertinggi 36.75 ( Lilik Nur H )
SMA 7 NEM terendah 32.25 ( Efrisha An Nisa ),tertinggi 36.60 ( Mayriensa )
SMA 8 NEM terendah 35.25 ( Muh Guntur ),tertinggi 37.70 ( Mashita Nisa )
SMA 9 NEM terendah 32.10 ( Dian Cayadeva ), tertinggi 36.65 ( Lisa Risky.A )



SMA 10 tidak tercantum karena Pagu sudah terpenuhi lewat jalur mandiri.
PAGU Untuk SMA sbb:
SMA 1 = 140 Siswa
SMA 2 = 320 Siswa
SMA 3 = 102 Siswa
SMA 4 = 120 Siswa
SMA 5 = 199 Siswa
SMA 6 = 280 Siswa
SMA 7 = 310 Siswa
SMA 8 = 205 Siswa
SMA 9 = 280 Siswa



27 Juni 2009

Jadwal Pendataan atau Registrasi PSB online Malang 2009

Untuk tahun pelajaran 2009-2010, PSB Online Malang, melalui dua proses, dikarenakan tidak ada UBM ( Uji Baku Mutu )untuk calon siswa asal luar Kota Malang.
1. Proses Pendataan / Registrasi, yang dimaksudkan agar nilai siswa masuk data base Dinas pendidikan Kota Malang.
Jadwal Pendataan atau Registrasi :
>. SMA Tanggal 26 juni - 1 Juli 2009
>. SMP dan SMK Tanggal 29 Juni - 04 Juli 2009
Pendataan dapat dilakukan di sekolah yang sudah ditunjuk Diknas Malang dan sekolah NEGERI pasti merupakan tim pendataan / registrasi. Jadi calon siswa tidak usah berjubel di Diknas Pendidikan Kota Malang.
Alurnya adalah sbb :
a. Calon siswa mempersiapkan diri.
b. Calon siswa mengambil formulir pendataan yang dibutuhkan melalui loket yang tersedia.
c. Calon siswa mengantri sambil mengisi formulir pendataan dan menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan.
d. Calon siswa menyerahkan berkas pendataan untuk dilakukan verifikasi oleh Panitia Pendataan. Selanjutnya Panitia akan melakukan proses entri data calon siswa sesuai jenis pendataannya.
e. Calon siswa menunggu penyerahan Tanda Bukti Pendataan dari Panitia Pendataan.
f Calon siswa menerima Tanda Bukti Pendataan dari Panitia.
g. Tanda bukti berupa printout tadi akan digunakan saat PSB online.
h. Data yang dibutuhkan saat pendataan adalah FC. UASBN untuk SD dan SKHUN untuk SMP yang telah dilegalisir dan Surat Tanda Lulus.

2. Proses PSB Online
Yang pelaksanaannya adalah sbb :
a. SMA pada tanggal 2, 3 dan 4 JULI 2009, Pengumuman 6 JULI 2009
b. SMP dan SMK pada tanggal 6, 7 dan 9 JULI 2009, Pengumuman 10 JULI 2009

21 Juni 2009

Sepuluh Besar UAN SMP Jawa Timur Tahun 2009

Berikut informasi sepuluh besar UAN SMP se Jawa Timur tahun 2009

Sumber harian surya






19 Juni 2009

PSB Online Malang 2009

Para siswa yang telah lulus ujian baik SD maupun SMP tahun 2009 tentunya bersiap mencari sekolah jenjang diatasnya. Khusus Kota Malang untuk PSB online tahun 2009 akan dilaksanakan sbb:

1. Pendaftaran SMP dan SMK
pada tanggal 6, 7 dan 9 Juli 2009,tanggal 8 juli tidak ada proses entri data karena bersamaan dengan Pilpres 2009. Pengumuman pada tanggal 10 Juli 2009.

2. Pendaftaran SMA pada tanggal 2, 3 dan 4 Juli 2009, pengumuman pada tanggal 6 Juli 2009.

Bagi calon siswa dari luar daer
ah, ketentuan sbb:
1. Tidak ada UBM ( Uji Ba
ku Mutu )
2. Berlaku kuota 10 % dari Pa
gu
3. Melakukan Registrasi pada tanggal 29 Juni-04 Juli 2009 di Sekolah yang sudah di tunjuk ( semua sekolah negeri di Malang )
4. Membawa bukti UASBN dan Ija
sah saat melakukan registrasi.
5. Semua Proses baik pendataan(Registrasi) maupun saat PSB Online TIDAK ADA BIAYA APAPUN ( GRATIS )

Persayaratan Pendaftaran

Tingkat SMP

  1. Telah lulus SD, SDLB atau MI, memiliki Ijazah dan Daftar Nilai UASBN bagi lulusan Tahun Pelajaran 2007/2008 dan tahun pelajaran 2008/2009; atau
  2. Program Paket A memiliki Ijazah dan DANUN Program Paket A Setara SD;
  3. Berusia setinggi-tingginya 18 tahun pada awal tahun pelajaran baru. Lulus pada tahun pelajaran 2008/2009 atau tahun pelajaran 2007/2008;

Tingkat SMA

  1. Telah lulus SMP, SMPLB dan MTs, memiliki Ijazah dan SKHUN atau Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) lulus pada tahun pelajaran 2008/2009 atau tahun pelajaran 2007/2008.
  2. Program Paket B memiliki ijasah dan DANUN Program Paket B Setara SMP Lulus pada tahun pelajaran 2008/2009 atau tahun pelajaran 2007/2008.
  3. Berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru.

Tingkat SMK

  1. Telah lulus SMP, SMPLB dan MTs, memiliki Ijazah dan SKHUN atau Surat Keterangan Hasil Ujian ( SKHU ) lulus pada tahun pelajaran 2008/2009 atau tahun pelajaran 2007/2008.
  2. Program Paket B memiliki ijasah dan DANUN Program Paket B Setara SMP Lulus pada tahun pelajaran 2008/2009 atau tahun pelajaran 2007/2008.
  3. Berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru.
  4. Memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan spesifik bidang/program keahlian di sekolah yang dituju.
HASIL PSB SMP HARI KEDUA sbb :

SMP Negeri 1 Malang Rendah 27,90 Tinggi 29,15
SMP Negeri 2 Malang Rendah 26,05 Tinggi 28,90
SMP Negeri 3 Malang Rendah 27,95 Tinggi 29,80
SMP Negeri 4 Malang Rendah 26,40Tinggi 28,50
SMP Negeri 5 Malang Rendah 27,75 Tinggi 29,20
SMP Negeri 6 Malang Rendah 26,80 Tinggi 28,70
SMP Negeri 7 Malang Rendah 23,30 Tinggi 28,30
SMP Negeri 8 Malang Rendah 27,30 Tinggi 28,80
SMP Negeri 9 Malang Rendah 25,70 Tinggi 27,90
SMP Negeri 10 Malang Rendah 24,10 Tinggi 27,05
SMP Negeri 11 Malang Rendah 24,65 Tinggi 28,35
SMP Negeri 12 Malang Rendah 24,10 Tinggi 27,05
SMP Negeri 13 Malang Rendah 25,05 Tinggi 28,40
SMP Negeri 14 Malang Rendah 24,25 Tinggi 28,90
SMP Negeri 15 Malang Rendah 23,25 Tinggi 26,75
SMP Negeri 16 Malang Rendah 24,90 Tinggi 28,55
SMP Negeri 17 Malang Rendah 22,25 Tinggi 27,95
SMP Negeri 18 Malang Rendah25,40 Tinggi 28,05
SMP Negeri 19 Malang Rendah 24,40 Tinggi 27,75
SMP Negeri 20 Malang Rendah 26,30 Tinggi 28,25
SMP Negeri 21 Malang Rendah 26,80 Tinggi 28,95
SMP Negeri 22 Malang Rendah 21,95 Tinggi 26,55
SMP Negeri 23 Malang Rendah 22,60 Tinggi 26,10
SMP Negeri 24 Malang Rendah 23,75 Tinggi 27,80





15 Juni 2009

Hasil Ujian Nasional (UN) SMP Kota Malang Tahun 2009

Setelah melihat hasil dari UAN SMA/MA dan SMK kota Malang, maka giliran kita akan melihat hasil pelulusan siswa SMP/MTs,Kota Malang apabila tidak ada perubahan maka pengumuman akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 20 Juni 2008

Kota Malang yang untuk tahun 2009 ini kayaknya bernasib malang, kenapa begitu karena untuk tingkat SMP 14% tidak lulus atau 1437 siswa, memang lebih sedikit jumlahnya dari SMA yang mencapai 8.915 siswa tidak lulus.
SMP Negeri Yang lulus 100 prosen adalah; SMPN 1, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 8 dan SMPN 21, sedangkan SMP Negeri yang lain yang jumlah tidak lulus sbb:
SMPN 2 (2 Siswa)
SMPN 3 (1 Siswa)
SMPN 6 (2 Siswa)
SMPN 7 (24 Siswa)
SMPN 9 (1 Siswa)
SMPN 10 (13 Siswa)
SMPN 11 (6 Siswa)
SMPN 12 (13 Siswa)
SMPN 13 (8 Siswa)
SMPN 14 (17 Siswa)
SMPN 15 (53 Siswa)
SMPN 16 (2 Siswa )
SMPN 17 (81 Siswa)
SMPN 18 (6 Siswa)
SMPN 19 (7 Siswa)
SMPN 20 (3 Siswa)
SMPN 22 (10 Siswa)
SMPN 23 (8 Siswa)
SMPN 24 (6 Siswa)

14 Juni 2009

Pengumuman UAN SMA Tahun 2009

Saat yang dinantikan datang juga, sedih, gelisah, was-was dan apalagi istilahnya, yang jelas itulah yang ada di benak adik-adik SMA/SMK. Pengumuman dilaksanakan hari SENIN tanggal 15 JUNI 2009. Nah khusus yang sekolah di kota Malang, saya berhasil mengutip dari Surya Minggu tanggal 14 juni 2009.

Untuk kota Malang siswa SMA/MA peserta UNAS 203.508 yang tidak lulus 8.915 siswa, atau 4.38%, tahun kemarin 2007-2008, 3.07%.
Untuk SMK peserta UNAS 112.562 siswa, yang tidak lulus 6.174 siswa atau 5.48%, tahun kemarin 2007-2008, 3.12%. Dari total 316.070 siswa SMA/MA/SMK peserta unas tahun 2008-2009 yang tidak lulus 15.089 siswa.
Nah yang lebih prihatin lagi posisi kota Malang sebagai kota pendidikan merosot di posisi 36 dari 38 Kab/Kota Jawa Timur.
Dalam hal ini kita tidak usah saling menyalahkan, yang jelas semuanya salah, atas dasar bahwa tanggung jawab pendidikan adalah; SEKOLAH, ORANG TUA dan MASYARAKAT, kalau ketiga unsur ini dapat berjalan seiring, kami yakin bahwa sukses UNAS bisa berhasil dengan baik pula, walau ada yang gagal itu wajar tetapi prosentasinya kecil. Kita harus mengakui daerah lain yang selama ini kalah dengan kota Malang, tetapi untuk tahun ini mereka menang.
Sekilas hasil daerah lain adalah ;
Hasil UN tingkat SMA jurusan IPA peringkat 1 diraih SMA 1 Blitar, 2 (SMA 1 Kediri), 3 (SMAN 2 Lamongan), 4 (SMA 1 Trenggalek) dan 5 (SMAN 1 Trenggalek). Adapun jurusan IPS peringkat 1 (SMAN 1 Pandaan Pasuruan), 2 (SMA 1 Blitar), 3 (SMAN 1 pandaan pasuruan ), 4 (SMAN 1 Blitar) dan 5 (SMAN 1 Sidoarjo).
Adapun untuk jurusan Bahasa peringkat 1 (SMAN 3 sidoarjo) 2 (SMA Wahid Hasyim 2 Sidoarjo), 3 (SMAN 1 Manyar Gresik), 4(SMAN 2 Pasuruan) dan 5 (SMAN 1 Manyar Gresik).
Untuk siswa/siswi dengan nilai total Unas tertinggi, pada program IPA, peringkat pertama diraih Ayin Bia Yufita dari SMAN 1 Blitar dengan 57,17; kedua oleh Dani Hardianto dari SMAN 1 Kota Kediri dengan nilai 57,10, dan peringkat ketiga Dwi Nur Ahsan Fikri dari SMAN 2 Lamongan dengan nilai 57,05.
Untuk program IPS, peringkat pertama diraih Dewi Maulidiyah dari SMAN 1 Pandaan dengan nilai 54,75; kedua Thoriqul Achmad dari SMAN 1 Blitar dengan nilai 54,30, dan peringkat ketiga Zakky Imawan dari SMAN 1 Pandaan dengan nilai 54,30.
Dan untuk program Bahasa, peringkat pertama diraih Wahyu Nilansari dari SMAN 3 Sidoarjo dengan nilai 53,55; kedua Lailatun Nasihah dari SMA Wachid Hasyim 2 Sidoarjo dengan nilai 53,10, dan peringkat ketiga Uminadirotun Navisa dari SMAN 1 Manyar dengan nilai 52,95.
Untuk yang gagal masih ada kesempatan mengikuti kesetaraan paket C.

13 Juni 2009

Mengajar dengan Gaya Anak-Anak

Anak adalah anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Piagiet (Suparno, 2001:30), dalam teori perkembangan anak, menyebutkan bahwa anak berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan baik mental, fisik, dan kognitifnya. Menurut teori Piaget, setiap individu pada saat tumbuh mulai dari bayi yang baru di lahirkan sampai menginjak usia dewasa mengalami empat tingkat perkembangan kognitif. Empat tingkat perkembangan kognitif itu adalah:
1) Sensori motor (usia 0 - 2 tahun)
2) Pra operasional (usia 2 – 7 tahun)
3) Operasional kongkrit (usia 7 – 11 tahun)
4) Operasi formal (usia 11 tahun hingga dewasa)

Berdasarkan tingkat perkembangan kognitif Piaget itu, gaya guru dalam mengajar haruslah disesuaikan dengan kondisi dan situasi anak. Cara yang paling tepat adalah mengajar dengan gaya anak-anak. Berikut modal mengajar dengan gaya anak-anak.
Pertama, kreatif. Anak adalah orang yang paling kreatif dibandingkan dengan orang dewasa karena masih dalam taraf pencarian pengalaman. Untuk itu, mengajar dengan gaya anak-anak ditandai oleh kreativitas guru yang mampu membangkitkan kreativitas anak.
Kedua, Zona Perkembangan Terdekat (scafolding). Anak berada dalam lingkungan yang mudah dijangkau olehnya. Anak selalu belajar dari yang dekat ke yang jauh. Untuk itu, dalam mengembangkan materi dan menggunakan bahasa guru, guru perlu berangkat dari materi yang mudah dikenali anak dan digiring ke yang lebih kompleks. Bahasa guru juga perlu disederhanakan dengan kata-kata yang lugas.
Ketiga, Multimedia. Anak menagkap sesuatu melalui multimedia yang dimilikinya, yakni melalui mata, telinga, gerak, dan rasa. Dengan begitu, mengajar dengan gaya anak-anak juga harus memadukan media mata, telinga, gerak, dan rasa. Mengajar yang hanya bertumpu pada ceramah berarti menyalahi prinsip alamiah anak-anak.
Keempat, Pembiasaan. Anak selalu berada dalam pembiasaan untuk menguasai aspek tertentu. Saat anak mampu makan secara mandiri, saat itulah anak telah lolos dari pembiasaan yang dilakukan ibunya dalam belajar makan. Bahkan, untuk mengajari makan yang benar saja, seorang ibu menempuh waktu 2 tahun. Begitu pula, belajar yang lainnya, anak memerlukan pembiasaan seperti memakai baju, menggunakan tangan kanan, berbicara sopan, dan seterusnya. Guru dengan gaya mengajar anak-anak perlu melakukan pembiasaan agar anak dapat menangkap materi dengan kuat.
Kelima, Media. Anak dalam belajar selalu menggunakan media tampak yang dapat dilakukannya. Ketika belajar bersepeda, anak pasti menggunakan langsung media sepeda. Begitu pula, dalam belajar di kelas, anak akan cepat menguasai materi jika dibarengi dengan media yang pas.
Keenam, Menyenangkan. Anak dalam bermain, belajar, dan bergerak selalu dalam keadaan gembira. Lhiat saja, ketika anak masih kecil dalam keadaan susah, dia pasti berdiam diri dan menolak. Sebaliknya, saat anak dalam keadaan gembira, dia melakukan apapun yang disukainya dalam rangka belajar. Guru di kelas, hendaknya juga selalu menyenangkan dalam mengajar.

Sumber : Internet

Dari Mana Memulai Mengajar

Jika Anda guru, cobalah ingat-ingat tentang cara memulai mengajar Anda. Pasti cara yang digunakan merupakan cara yang klasik dan tiap hari dilakukan entah berapa tahun berjalan. Cara itu biasanya tanya jawab, langsung perintah buka buku, langsung menerangkan, dan langsung menyuruh siswa. Cara lain tidak pernah dilakukan. Ibaratnya, guru yang demikian itu merupakan mesin yang harus tetap berproduksi dengan cara yang sama.Jangan khawatir, cara Anda juga tidak salah hanya saja perlu variasi agar siswa senang dalam belajar.

Berikut ini tips memulai mengajar yang dapat dipakai untuk menambah cara mengajar yang lama.
1. Berangkat dari Siswa, Mulailah pelajaran dari diri siswa. Amati dengan cepat siswa yang hadir kemudian mulailah dari siswa yang diamati tersebut. Contoh, jika guru akan membahas pemilu, berangkatlah dari siswa yang halaman rumahnya digunakan untuk pilkada. Begitu pula, kalau guru akan mengajar tentang mencangkok, berangkatlah dari bentuk cangkok dari rumah atau halaman rumah siswa.
2. Berangkat dari Isu Nasional, Isu nasional datang bertubi-tubi tanpa henti. Banyak isu yang menarik untuk dijadikan bahan memulai pembelajaran. Mulailah dari isu nasional kemudian masuk ke inti pelajaran.
3. Berangkat dari Kejadian, Kejadian yang telah lalu, yang dialami siswa atau guru sendiri dapat digunakan untuk memulai pelajaran. Guru dapat bercerita tentang pengalaman yang baru saja dialami. Contoh, untuk masuk ke topik mengukur bidang datar, guru dapat memulai dengan pengalaman bermain voley.
4. Berangkat dari Gambar, Guru dapat membawa gambar beraneka bentuk, besar-besar ukurannya, atau kecil-kecil. Gambar itu dapat dipakai untuk memulai pelajaran dengan menarik.
5. Berangkat dari Teka-Teki, Banyak teka-teki yang menarik untuk digunakan memulai pelajaran. Dari teka-teki, siswa langsung mengolah pikiran yang berkaitan dengan topik.
6. Berangkat dari Benda Sekitar, Bawalah benda sekitar untuk memulai mengajar, yakni boleh batu, kerikil, tanaman, daun, akar, dan sebagainya. Siswa diajak untuk mengidentifikasi benda sekitar itu sebelum ke pembahasan inti.
7. Berangkat dari Film dan Siaran Radio, Saat memulai pelajaran, ajak anak menonton film singkat atau rekaman siaran radio. Kemudian, guru memancing pertanyaan dari isi film atau radio. Mulailah dengan pelajaran initinya.Masih banyak lagi cara memulai pelajaran yang lebih menyenangkan. Misalnya melalui baca puisi, cerita singkat/dongeng, lagu, gerakan tubuh, boneka, yel-yel, dan yang lainnya. Jadi, jangan menutup diri dalam memulai mengajar hanya dengan tanya jawab.Selamat mencoba.
Sumber : Internet